kisah nyata orang yang rajin sholat dhuha

Belajarlahdari kisah dari masa shalafusholeh bernama Hasan al-Bashri berikut. Saat berada di tepi sunga Dajlah atau Tigris yang membentang dari Turki ke ujung selatan Irak, beliau menjumpai pemuda yang duduk berduan dengan sosok perempuan. Di sebelah kedua lawan jenis itu ada sebotol minuman. Tentu belaiu teramat kaget. 2 Dahsyatnya Keutamaan Shalat Tahajud: Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT. shalat tahajud merupakan salah satu jalan agar kita senantiasa untuk bias mendekatkan diri kepada-Nya. Seseorang yang rajin dan istiqomah dalam menjalankan ibadah shalat tahajud setiap harinya maka ia akan selalu merasakan kebahagiaan yang terus mengalir dalam dirinya. 3. Sesuailahdengan namanya dhuha yang bermaksud pagi. Jadi ruang waktunya bermula kira-kira 20 minit selepas terbit matahari atau disebut dalam kitab-kitab fikah sebagai tinggi matahari daripada pandangan jauh sekadar satu al-Rumh atau batang lembing yakni kira-kira dua meter.Waktu solat ini pula berakhir sebelum menjelang waktu Zuhur. Jadi, secara YangDilakukan Rasulullah Ketika Sholat Malam Februari 04, 2018 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu anak Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah dari Kuraib dari Ibnu Abbas ia berkata; "Saya bermalan di rumah bibiku, Maimunah. Kisahini mengajarkan bahwa ibadah ritual (seperti shalat, puasa, zakat dan yang lainnya) tidak ada artinya jika pelakunya tidak melakukan amal sosial. Bahkan mereka yang mengabaikan anak-anak yatim dan tidak mau memberi makan kepada fakir-miskin oleh Allah SWT disebut sebagai ‘pendusta agama’ (Q.S. Al-Maun). Forster Co Ax Single Stage Press. shalat dhuha merupakan sholat yang dilakukan setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu dzuhur. Waktunya dimulai saat matahari nampak terlihat kurang lebih setinggi tombak dan berakhir hingga tergelincir matahari waktu Dzuhur. Untuk jam nya sekitar pukul sd waktu setempat. Hukum sholat dhuha adalah sunah karena itu, siapa saja yang ingin mendapatkan pahala dan keutamaannya atau mendapat keutamaan shalat dhuha yang luar biasa, silahkan mengerjakan sholat dhuha. Kalau pun tidak mengerjakannya, maka tidak akan berdosa. Ada banyak sekali keutamaan sholat dhuha. Semua keutamaan tersebut bisa sobat temukan di beberapa hadits Rasulullah SAW. Adapun 14 Keutamaan Shalat Dhuha 6 Rakaat adalah sebagai berikut. 1. Bentuk SedekahRasulullah pernah menjelaskan bahwa sholat dhuha merupakan salah satu bentuk sedekah orang muslim dimana terdapat hikmah sedekah dalam islam. Penjelasannya ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut.“Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kebaikan merupakan sedekah, dan mencegah kemungkaran merupakan sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan dengan mengerjakan Sholat Dhuha dua rakaat”. Muslim dari Abu Dzar 2. Sebagai simpanan amalSholat dhuha bisa dijadikan sebagai simpanan amal cadangan yang bisa kamu dapat pahalanya di hari akhir dima kita haruss percaya sebab terdapat hukum tidak percaya pada hari akhir yang merupakan perbuatan dosa. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya; “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Jika benar sholatnya maka ia telah lulus dan beruntung, dan jika rusak sholatnya maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, Perhatikanlah, jikalau hamba Ku memiliki sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” Ash habus Sunan dari Abu Hurairah RA 3. Mendapatkan keuntungan dunia akheratSholat dhuha memiliki keutamaan salah satunya adalah di dalamnya terdapat keuntungan yang besar dan lebih utama jika dijalankan pada waktu shalat dhuha yang baik menurut islam. Hal ini terlihat dari penjelasan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi “Barangsiapa sholat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa sholat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang orang yang taubat kembali kepada Allah. Barangsiapa sholat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa sholat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba hamba yang patuh. Dan barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga”. Thabrani dari Abu Darda’ 4. Mendapat kelapangan rezekiOrang yang rajin mengerjakan sholat dhuha karena Allah akan diberikan kelapangan rezeki oleh Nya. Dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman “Wahai anak Adam, rukuklah sholatlah karena Aku pada awal siang sholat Dhuha empat rakaat, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu sampai sore hari”. Tirmidzi 5. Pahala seperti haji dan umrahKeutamaan lain dari sholat dhuha adalah memperoleh pahala haji dan umrah bagi siapa saja yang mengerjakannya. Dalam hadits dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah hingga matahari terbit kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, maka baginya seperti memperoleh pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya”. Tirmidzi 6. Mendapat ampunan dosaOrang yang sering mengerjakan sholat dhuha, Allah akan mengampuni semua dosanya walaupun sebanyak buih di laut. Dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan”. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. 7. Mendapat rumah di surgaKeutamaan yang terdapat dalam sholat dhuha sangatlah banyak dan istimewa. Adapun salah satu keutamaannya adalah Allah akan membangunkan istana di surga bagi orang yang sering mengerjakan sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga”. Tirmidzi dan Ibnu Majah. 8. Menjadi hamba yang sholeh“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha Mu, keagungan adalah keagungan Mu, keindahan adalah keindahan Mu, kekuatan adalah kekuatan Mu, penjagaan adalah penjagaan Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha Mu, kekuasaan Mu Wahai Tuhanku, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba hambaMu yang soleh”. 9. Mengikuti teladan RasulullahDari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam HR. Abu Dawud; shahih 10. Merupakan wasiat dari RasulullahShalat dhuha diwasiatkan Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian. “Kekasihku –Rasulullah SAW mewasiatkan tiga hal padaku berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan shalat dhuha dua raka’at dan shalat witir sebelum tidur.” Muttafaq alaih 11. Dicatat sebagai orang yang taatShalat dhuha adalah shalat awwabin, yakni shalatnya orang orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang orang yang taat. Abu Hurairah RA berkata “Kekasihku Muhammad mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” HR. Ibnu Khuzaimah; shahih 12. Mendapatkan kebaikan sepanjang hariDari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata Allah ta`ala berkata “Wahai anak Adam, shalatlah untuk Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu ganjaran pada sore harinya” Shahih al Jami 4339. 13. Mencegah terjerumus dalam dosaPenulis Aunul Ma’bud –Al Azhim Abadi menyebutkan, “bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” Aunul Ma’bud, 4 118At Thibiy berkata, “Yaitu engkau akan diberi kecukupan dalam kesibukan dan urusanmu, serta akan dihilangkan dari hal hal yang tidak disukai setelah engkau shalat hingga akhir siang. Yang dimaksud, selesaikanlah urusanmu dengan beribadah pada Allah di awal siang di waktu Dhuha, maka Allah akan mudahkan urusanmu di akhir siang.” Tuhfatul Ahwadzi, 2 478. 14. Tanda ImanDalam hadits yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan kembali bahwa sholat dhuha adalah sedekah. “Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi Allah?’ Nabi berkata, Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, maka cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat”. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah.Tata cara shalat dhuha 6 rakaat sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaituNiatTakbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitahMembaca surat Al FatihahMembaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau dengan tuma’ninahI’tidal dengan tuma’ninahSujud dengan tuma’ninahDuduk di antara dua sujud dengan tuma’ninahSujud kedua dengan tuma’ninahBerdiri lagi untuk menunaikan rakaat keduaMembaca surat Al FatihahMembaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau dengan tuma’ninahI’tidal dengan tuma’ninahSujud dengan tuma’ninahDuduk di antara dua sujud dengan tuma’ninahSujud kedua dengan tuma’ninahTahiyat akhir dengan tuma’ninahSalamDemikian tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat enam atau yang dikehendaki. Setelah sholat dhuha dianjurkan berdoa. Banyak kisah nyata terkait keajaiban sholat dhuha. Berangkat dari keutamaan yang telah dipaparkan di atas, keajaiban ini umumnya terkait dengan rezeki. Bahwa siapa yang mendawamkan sholat sunnah ini, rezekinya dimudahkan Allah sehingga menjadi lancar dan Yusuf Mansur mengalami keajaiban itu sejak pertama kali mengerjakan sholat dhuha empat rakaat. Didasari ilmu yang diperolehnya bahwa siapa yang mengerjakan sholat sunnah ini empat rakaat, ia akan dicukupkan rezekinya, bahkan diantar. Dan ternyata benar,hari itu juga beliau mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka melalui wasilah orang yang bertanya alamat makelar rumah. Beliau dapat komisi yang cukup banyak dari penjualan rumah tersebut. Ustadz Yusuf Mansur juga punya pengalaman menarik dari jamaahnya. Ada yang sekian lama tidak mendapatkan anak, ia mendawamkan sholat dhuha selama satu tahun dan kemudian diberikan anak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 4DWN1Q5w-47-NPWojF0i9w84Y09Sp1rTat22Dw5h1gsh5cFd-w260Q== ilustrasi pinterest Sholat dhuha adalah sholat sunnah istimewa dengan keutamaan luar biasa. Di antaranya, rezeki barokah lancar jaya. Bagaimana tata cara, niat sholat dhuha, doa dan bacaannya? Serta apa saja keutamaan sholat ini? Berikut ini pemaparannya. Keutamaan Sholat Dhuha1. Wasiat Rasulullah2. Sholat awwabin3. Dua rakaatnya senilai 360 sedekah4. Allah cukupkan rezekinya5. Ghanimah terbanyak6. Berpahala umrohWaktu Sholat DhuhaNiat Sholat DhuhaTata Cara Sholat DhuhaDoa Sholat DhuhaBacaan Sholat Dhuha Keutamaan Sholat Dhuha Setiap ibadah di dalam Islam memiliki fadhilah masing-masing. Hingga banyak ulama menyusun kitab yang menjelaskan fadhilah amal atau at targhib wat tarhib. Berikut ini enam keutamaan sholat dhuha 1. Wasiat Rasulullah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan kepada Abu Hurairah untuk senantiasa mengerjakan sholat sunnah ini sebagai amal harian. Maka sudah selayaknya kita juga mengerjakannya setiap hari. أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ “Kekasihku –shallallahu alaihi wa sallam- mewasiatkan tiga hal padaku berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan sholat dhuha dua raka’at dan sholat witir sebelum tidur.” Muttafaq alaih 2. Sholat awwabin Rasulullah menyebut sholat ini sebagai sholat awwabin. Yaitu sholatnya orang-orang yang kembali bertaubat kepada Allah alias taat. Merutinkannya menjadikan seseorang tercatat sebagai orang-orang awwabin, orang-orang yang taat dan kembali kepada Allah. أوصاني خليلي بثلاث لست بتاركهن أن لا أنام إلا على وتر وأن لا أدع ركعتي الضحى فإنها صلاة الأوابين وصيام ثلاثة أيام من كل شهر Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata “Kekasihku Muhammad mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” HR. Ibnu Khuzaimah; shahih 3. Dua rakaatnya senilai 360 sedekah Pelaksanaan sholat dhuha minimal dua rakaat. Meskipun hanya dua rakaat, ia senilai dengan 360 sedekah. Keutamaan inilah yang terkait erat dengan rezeki lancar. Bukankah sedekah adalah kunci lancarnya rezeki?! يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” HR. Muslim 4. Allah cukupkan rezekinya Jika punya waktu luang, sebaiknya tak mencukupkan dua rakaat. Tambahlah agar minimal empat rakaat. Dan keutamaannya, Allah mencukupkan rezeki sepanjang hari. Bahkan Allah antarkan’ rezeki tersebut. يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” HR. Ahmad 5. Ghanimah terbanyak Keutamaan ini juga terkait dengan keberkahan rezeki. Sebab Rasulullah menyebut sholat ini sebagai ghanimah terbanyak. Umumnya, nominal ghanimah jumlahnya sangat besar. مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً “Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat.” HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih. 6. Berpahala umroh Keutamaan luar biasa lainnya adalah berpahala umroh yang sempurna. Yaitu jika dikerjakan satu paket dengan sholat Subuh berjamaah di masjid. Yakni seseorang sholat Subuh berjamaah di masjid lalu duduk atau berdiam diri untuk dzikir atau ibadah lainnya hingga tiba waktu dhuha. Ketika tiba waktu dhuha, ia menunaikan sholat dhuha. Setelah itu baru pulang ke rumah. Baca juga Shalat Istikharah Waktu Sholat Dhuha Waktu shalat dhuha terbentang sejak matahari naik setinggi tombak hingga mendekati tengah atas kepala. Di Indonesia, waktu ini terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur. Namun menurut Ustadz Abdul Somad, waktunya mulai 12 menit setelah matahari terbit dan selesainya 10 menit sebelum waktu Zhuhur. Waktu yang lebih utama adalah setelah seperempat siang. Yakni sekitar jam WIB untuk Surabaya dan WIB untuk Jakarta. Di Arab, indikator waktu ini adalah padang pasir terasa panas dan anak unta mulai kepanasan. Inilah waktu terbaik sholat dhuha. Sebagaimana sabda Rasulullah أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha di awal pagi. Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Shalat orang-orang awwabin taat; kembali pada Allah adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” HR. Muslim Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafadzkan niat bukanlah suatu syarat. Maknanya, tidak ada keharusan melafadzkan niat. Namun Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat. Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Bagi yang melafadzkan niat, lafadz niat sholat dhuha adalah sebagai berikut أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa Artinya “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala” Tata Cara Sholat Dhuha Bagaimana tata cara sholat dhuha? Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Karenanya banyak ulama tidak membatasi jumlah rakaatnya. عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam HR. Abu Dawud; shahih Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu Niat sholat dhuhaTakbiratul ihram, lalu membaca doa iftitahMembaca surat Al FatihahMembaca surat atau ayat Al Qur’anRuku’ dengan tuma’ninahI’tidal dengan tuma’ninahSujud dengan tuma’ninahDuduk di antara dua sujud dengan tuma’ninahSujud kedua dengan tuma’ninahBerdiri lagi untuk menunaikan rakaat keduaMembaca surat Al FatihahMembaca surat atau ayat Al Qur’anRuku’ dengan tuma’ninahI’tidal dengan tuma’ninahSujud dengan tuma’ninahDuduk di antara dua sujud dengan tuma’ninahSujud kedua dengan tuma’ninahTahiyat akhir dengan tuma’ninahSalam Demikian tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, ulangi sampai bilangan rakaat delapan atau empat kali salam. Setelah selesai sholat boleh berdoa baik untuk urusan dunia maupun akhirat, dan tentu saja lebih utama jika banyak meminta kebaikan akhirat. Bisa pula berdoa dengan doa sholat dhuha. Untuk doa lengkao setiap gerakan sholat, silakan baca artikel Bacaan Sholat. Doa Sholat Dhuha Tidak ada doa sholat dhuha khusus yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan dalam hadits shahih. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih populer, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji Mazhab Imam Syafi’i, semuanya tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik. Ada satu doa sholat dhuha yang sangat populer, yaitu اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ishmata ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ibaadakash shoolihiin “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”. Asy Syarwani mencantumkan doa sholat dhuha ini dalam Syarh Al Minhaj. Ad Dimyathi juga mencantumkannya dalam I’anatuth Thalibiin. Meskipun bukan berasal dari hadits Nabi, doa sholat dhuha ini boleh saja dibaca. Boleh pula membaca doa lainnya yang penting isinya baik. Bahkan, diperbolehkan pula berdoa dengan bahasa Indonesia sekiranya tidak bisa bahasa Arab. Karena doa tersebut dibaca di luar sholat. Baca juga Sholat Hajat Bacaan Sholat Dhuha Terkait bacaan sholat dhuha, kadang ada pertanyaan, surat apa yang harus dibaca setelah selesai Surat Al Fatihah? Tidak ada hadits shahih yang menjelaskan surat apa. Berbeda dengan Sholat Jumat atau sholat Subuh yang ada hadits shahih menerangkan sunnahnya membaca surat tertentu. Bagaimana dengan pendapat yang menganjurkan rakaat pertama membaca surat Asy Syams dan rakaat kedua membaca surat Adh Dhuha? Agaknya pendapat itu bersumber dari riwayat berikut ini صلوا ركعتى الضحى بسورتيهما والشمس وضحاها والضحى “Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” HR. Ad Dailami dari Uqbah bin Amr, dicantumkan dalam Jami’ul Ahadits Menurut para ulama, hadits tersebut derajatnya dhaif. Bahkan menurut Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’us Shaghir, hadits tersebut maudhu’ palsu. Jadi, boleh bagi kita untuk membaca surat atau ayat manapun dari Al Qur’an dalam sholat dhuha, baik pada rakaat pertama maupun rakaat kedua. Dan tentu boleh jika membaca surat Asy Syams pada rakaat pertama dan surat Adh Dhuha pada rakaat kedua. Demikian panduan sholat dhuha mulai dari keutamaan, waktu, tata cara, niat sholat dhuha, doa dan bacaannya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] ilustrasi shalat dhuha Shalat dhuha adalah amal istimewa. Banyak keajaiban seputar rezeki menghampiri mereka yang rutin menjalankan shalat Dhuha. Salah satunya pemuda ini, sebut saja namanya Abdullah. Awalnya, Abdullah tidak terlalu perhatian dengan shalat dhuha. Apalagi, pekerjaannya di sebuah perusahaan swasta di Surabaya sangat padat di waktu dhuha. Ketika ia berpindah kerja yang lebih longgar waktunya, secara kebetulan ia juga mengetahui keutamaan sholat dhuha. Bahwa shalat dhuha diwasiatkan Rasulullah untuk senantiasa dikerjakan, shalat dhuha dua rakaat senilai 360 sedekah, shalat dhuha empat rakaat membawa kecukupan sepanjang hari, bahkan shalat dhuha berpahala umrah. Jadilah Abdullah memulai shalat Dhuha. Dan keajaiban demi keajaiban pun mengalir sejak hari-hari pertama. Selang sekitar tiga jam setelah Abdullah menunaikan sholat Dhuha, seorang rekan kerja mentraktirknya. “Alhamdulillah, makan siang gratis,” kata Abdullah mensyukuri nikmat di hari pertama ia berkomitmen merutinkan shalat dhuha. Mungkin bagi orang lain mendapat traktiran makan siang bukanlah rezeki, namun bagi Abdullah, ia mulai menghubungkannya dengan shalat dhuha. Terlebih di hari kedua ada rezeki lain yang datang. “Ini untuk apa, Bos?” Abdullah terkejut mendapatkan amplop dari atasannya.“Semacam bonus lah,” jawab atasannya sembari ditraktir adalah hal sangat biasa bagi banyak orang, mendapatkan rezeki nomplok berupa bonus yang tak diperkirakan sebelumnya benar-benar keajaiban bagi Abdullah. Ini membuatnya sangat bersemangat merutinkan shalat dhuha. Di hari ketiga, Abdullah menanti-nanti kira-kira dapat rezeki apa ia hari ini. Sejak pagi diperhatikannya segala hal yang terjadi. “Nggak ada rezeki nomplok nih hari ini,” simpulnya setelah jam kerja hampir usai. “Astaghfirullah,” Abdullah terhenyak. Mengapa ia jadi sangat materialis memperhitungkan rezeki setelah shalat dhuha. Padahal ia sudah tahu konsep ikhlas; beribadah semata karena Allah, bukan karena ingin mendapatkan dunia. Kalau ia jadi tak semangat shalat dhuha karena tak ada rezeki nomplok, itu adalah indikator ke-tidak ikhlas-an. Jika ikhlas, semestinya amal ibadahnya tak terpengaruh dengan hal-hal duniawi yang ia dapatkan atau tidak. Abdullah bertekad untuk tidak menghitung-hitung balasan duniawi yang ia dapatkan dari shalat dhuha, meskipun ia masih memiliki keyakinan bahwa salah satu faedah shalat dhuha adalah memperlancar rezeki. Ia berusaha lebih ikhlas, meskipun ia masih meyakini bahwa meminta kepada Allah tidak harus dipertentangkan dengan keikhlasan. “Bruakkk!” Abdullah terkejut setengah mati. Sebuah motor menabrak motornya dari belakang. Ia sempat oleng, namun tidak terjadi apa-apa. Justru motor yang menabraknya itu yang jatuh. Seketika lalu lintas di belakangnya menjadi macet. Ia hendak berhenti, tapi sejumlah orang yang sigap menolong penabraknya itu mempersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. “Terus saja, Mas. Terus saja. Mas nggak salah. Biar kami urus.” Rupanya itu keajaiban di hari ketiga. Nilai materi dan keselamatannya lebih besar dibandingkan bonus yang diterimanya di hari kedua. Abdullah tertegun. Betapa Maha Pemurahnya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baru saja ia merutinkan shalat dhuha, keajaiban demi keajaiban telah dirasakannya. Dan itu terus berlanjut di hari, bulan dan tahun berikutnya. Semoga Abdullah mau menuturkannya kembali kepada Bersamadakwah untuk dibagikan kepada pembaca. Anda juga pernah mengalami keajaiban sholat Dhuha? [Muchlisin BK/Bersamadakwah] PALEMBANG-Kisah nyata orang terdahulu yang menjadi Ahli Tahajud dimulai dari Kisah nyata perjuangan Jenderal Soedirman yang tak bisa disentuh oleh Belanda ketika angkat senjata melawan penjajahan lewat perang gerilya, hingga kisah seorang Pria yang Disatroni Harimau. Kisah nyata sukses orang terdahulu yang tak pernah terputus melaksanakan sholat Tahajud tersebut, diungkapkan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya di Channel UAH Official. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, seorang yang melaksanakan Sholat Tahajud, melaksanakan amalan, membaca niat sholat tahajud dengan benar dan berdoa dengan benar, akan mendapat kemudahan sesuai dengan janji Allah. Dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat bahwa, Tahajud berasal dari kata "Tahajjada" dengan arti bangun dari tidur. Yang dimaknai dengan bangun tidur di sepertiga malam dan melaksanakan Tahajud. Dikatakan bahwa, melaksanakan sholat tahajud adalah melaksanakan sholat paling baik setelah sholat wajib lima waktu. Apalagi ibadah ini cukup berat, bagi sebagian orang, tetapi akan terasa ringan bagi seorang Ahli Tahajud, maka itu diganjar Allah dengan kebaikan dan 4 keajaiban dalam hidupnya. bacaan, amalan dan niat sholat tahajud akan dibahas di akhir naskah Berikut Firman Allah SWT وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari." QS Al-Insan Ayat 26 Apa saja 4 Janji Allah kepada Ahli Tajahud? berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat 1. Mengangkat karir pekerjaan di tempat yang terbaik Menurut Ustaz Adi Hidayat, karir seorang Ahli Tahajud cenderung mendapatkan pertolongan dari Allah. Di mana Allah akan mengangkat orang tersebut ditempat terbaik dalam karirnya. Ia diangkat ditempat terbaik, tempat yang bisa membuatnya nyaman hidup anda. Bisa melaksanakan Sholat nyaman dan bekerja nyaman, punya ruangan nyaman dan sebagainya.

kisah nyata orang yang rajin sholat dhuha