kritik dan saran untuk perusahaan

Kritik Ga ada. Saran: Semoga lebih bagus dan baik dari tahun ini. - (no.7) Kritik: molornya acara membuat acara berikutnya molor juga. Saran: acara lebih. didisiplinkan lagi. - (no. 9) Sangat bagus untuk workshop lukis ini, walaupun ada yang sedikit minus, yaitu. waktu terlalu molor, teknis pembagian media yang bagus, tempat untuk workshop. mengembangkansikap aktif untuk bekerja sama, jujur , disiplin, bertanggungjawab, bernalar kritis dan kreatif dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, dalam mengklasifikasikan dan menganalisis transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa dari jurnal umum yang akan diposting ke buku besar utama. Selamatuntuk kamu yang sudah berhasil melaksanakan PKL ataupun PRAKERIN. Saatnya kamu membuat laporannya, bagian paling sulit dan butuh proses yang agak lama (Hanya Sebentar jika kamu melakukannya dengan giat) yaitu adalah membuat sebuah Laporan Prakerin yang diharuskan dan diwajibkan di sekolah-sekolah kejuruan. di sebuah laporan terdapat Pembukaan, Kata Pengantar, Isi, dan tentunya penutup Silahkanhubungi saya sales suzuki riau pada kontak di bawah ini untuk mengetahui promo dan harga terbaru mobil suzuki seperti ertiga, ertiga sport, xl7, sx4 s-cross, baleno, jimny, apv, karimun wagon, carry. "Saat ini halaman web suzuki riau sedang kosong. Untuksaran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. • Dengan adanya system informasi ini, maka pihak Perusahaan dapat lebih muda menyajikan informasi tentang penjualan dan pengadaan Forster Co Ax Single Stage Press. Kritik dan Saran untuk Perusahaan – Ketika magang di sebuah perusahaan, terkadang kita diminta untuk membuat kritik dan saran yang sekiranya dapat bersifat membangun dan mendukung perusahaan menjadi lebih baik lagi. Kritik untuk sebuah perusahaan atau pabrik memang cukup penting untuk mengulas berbagai kekurangan dan kelemahan suatu perusahaan. Selanjutnya dibuatlah sebuah saran yang tujuannya untuk menciptakan solusi atas kekurangan yang ada. Bagi anak magang atau orang yang mau resign, membuat kritik dan saran bagi perusahaan terkesan sulit. Padahal kita hanya perlu mengungkapkan isi perasaan sesuai dengan hal yang memang perlu dikritik dari sebuah perusahaan. Nah jika Anda memang bingung bagaimana membuat kritik dan saran untuk perusahaan, silahkan simak contohnya berikut ini. Perusahaan Terlalu Pagi Memulai Jam Kerja Kritik Saya rasa perusahaan ini terlalu pagi memulai jam kerja, sehingga banyak karyawan yang kesulitan berangkat tepat waktu. Saran Saran saya, perusahaan sekiranya memulai jam kerja seperti pada umumnya, yakni jam 7 pagi supaya karyawan dapat melakukan aktivitas kesibukan pagi dengan baik dan tidak terlambat berangkat kerja. Bagi Anda yang punya unek-unek tentang perusahaan yang terlalu pagi memulai jam kerja, tentu saja Anda punya hak untuk mengeluarkan kritik dan saran. Waktu yang terlalu pagi seperti jam setengah enam pagi membuat karyawan kesulitan berangkat tepat waktu, pasalnya mereka memiliki aktivitas pagi yang penting semisal menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mengurus anak, dan sebagainya. Iklan Perusahaan Kurang Menarik Kritik Saya rasa desain dan isi dari iklan perusahaan ini kurang menarik, sedangkan di zaman modern ini, iklan harus dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat konsumen. Saran Saran dari saya, perusahaan perlu membuat iklan yang mengikuti tren yang sedang terjadi, sehingga orang-orang akan lebih tertarik melihat isi dari iklan tersebut. Iklan merupakan sarana promosi yang sangat penting untuk mengenalkan suatu produk atau jasa kepada khalayak ramai. Iklan yang tidak menarik tentu tidak akan mendapat perhatian dari calon konsumen. Oleh karena itu, iklan perusahaan harus dibuat semenarik mungkin. Jika bisa, iklan perlu mengikuti tren atau hal viral yang sedang terjadi. Perusahaan Lebih Sering Menerima Pegawai Lewat Orang Dalam Kritik Saya raya kualitas pegawai di perusahaan ini semakin menurun akibat dari penerimaan pegawai lewat orang dalam, sedangkan kemampuan dan kualitasnya belum memenuhi standar. Saran Saran dari saya, perusahaan seharusnya menerima pegawai dari jalur seleksi yang telah ditentukan, sehingga pegawai yang masuk akan lebih berkualitas dan memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Perusahaan Sering Telat Memberikan Gaji Kritik Perusahaan sering telah memberikan gaji kepada pegawainya, padahal setiap pegawai membutuhkan gaji bulanan tersebut tepat waktu untuk mencukupi kebutuhan hidup. Saran Saya harap pemberian gaji dapat dilakukan sesuai dengan waktu gajian, meskipun kondisi perusahaan sedang mengalami penurunan laba atau tidak baik-baik saja. Program Perusahaan yang Tidak Bermanfaat Kritik Program perusahaan yang dibuat kali ini tidak efektif dan tidak bermanfaat. Pasalnya program tersebut lebih banyak membuang waktu dan sumber daya perusahaan, serta tidak ada keuntungan yang perusahaan dapatkan. Saran Saya harap program yang tidak bermanfaat di perusahaan ini harus dihentikan, sehingga waktu dan sumber daya milik perusahaan tidak terbuang sia-sia. Perusahaan Asal-Asalan Mengangkat Jabatan Pegawainya Kritik Pengangkatan jabatan pegawai di perusahaan ini kurang optimal, pasalnya banyak pegawai yang kurang memiliki keahlian diangkat ke jabatan yang lebih tinggi hanya karena telah mengabdi lama. Saran Saran saya, perusahaan perlu mengangkat jabatan pegawai sesuai dengan standar kemampuan yang dimilikinya, bukan berdasarkan pada lama waktu mengabdi. Peraturan Perusahaan Terlalu Longgar Kritik Di perusahaan ini sering terjadi pelanggaran aturan oleh karyawan, pasalnya peraturan yang ditetapkan kurang jelas dan tidak ketat. Saran Saya harap aturan perusahaan dapat diperbaharui lagi menjadi lebih jelas dan ketat, sehingga pegawai menjadi lebih teratur dan berkualitas. Contoh Kritik dan Saran untuk Perusahaan Lebih Lengkap 1. Perusahaan tidak memberi apresiasi terhadap karyawan yang teladan dan berkualitas. Saran saya, perusahaan dapat memberikan reward atau hadiah kepada karyawan yang memiliki kualitas baik dan teladan. 2. Perusahaan terlalu sering merekrut karyawan baru, padahal jumlah karyawan telah melebihi batas. Alangkah baiknya perusahaan lebih membatasi perekrutan karyawan baru untuk menyeimbangkan antara jumlah tenaga kerja dengan kapasitas mesin. 3. Produktivitas perusahaan semakin menurun akibat karyawan yang terlalu sering nongkrong dan istirahat di jam kerja. Saran saya, perusahaan harus lebih ketat dalam mengawasi karyawannya, sehingga mereka dapat bekerja lebih maksimal. 4. Inovasi perusahaan ini berjalan sangat lambat, padahal kebutuhan konsumen akan produk yang lebih inovatif semakin tinggi. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya lebih kreatif dan peduli tentang inovasi demi kelangsungan hidup perusahaan. 5. Pemotongan gaji sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan karyawan, sebab karyawan memiliki hak atas upah kerja mereka. 6. Waktu istirahat di perusahaan ini terlalu singkat, hal tersebut membuat karyawan kekurangan waktu untuk keperluan membeli makan dan istirahat. Saran saya, waktu istirahat sedikit diperpanjang untuk memberi kelonggaran karyawan dalam mencari makan dan istirahat. 7. Pemberhentian kerja oleh perusahaan kurang jelas dan tanpa alasan yang kuat. Seharusnya perusahaan memberhentikan karyawan berdasarkan alasan tertentu seperti sering tidak masuk kerja dan melakukan tindakan kecurangan di perusahaan, bukan malah memberhentikan karyawan yang tidak melakukan kesalahan apapun atau tidak beralasan. 8. Gaji yang diberikan oleh perusahaan ini tidak sesuai dengan UMK daerah. Saya harap ada perubahan mengenai besaran gaji sesuai dengan UMK yang telah ditentukan di daerah ini. Penutup Itulah semua contoh kritik dan saran untuk perusahaan yang sifatnya membangun dan bertujuan untuk memajukan perusahaan. Intinya, kritik harus sesuai dengan kekurangan dan kelemahan suatu perusahaan, kemudian disertai dengan saran yang isinya solusi atas permasalahan tersebut. Contoh Kritik dan Saran untuk Online Shop, Pelayanan Prima kepada Pelanggan adalah Kunci. Dok. Sobat Guru Penyemangat, seberapa sering dirimu melakukan transaksi belanja online?Di era digital seperti saat sekarang ini, kiranya banyak dari kita yang mulai memilih online shop sebagai salah satu objek pemenuh kebutuhan dan gaya, adanya toko online, proses belanja kita menjadi lebih mudah karena bisa mendapatkan berbagai varian produk maupun barang yang tidak tersedia di daerah nantinya terpaksa harus membayar lebih alias menanggung ongkir ongkos kirim, rasanya hal tersebut tidak begitu menjadi masalah, kan? Asalkan barangnya sesuai. HeheTapi, ya, namanya juka lika-liku berbelanja online shop. Terkadang kita dibikin kecewa oleh reseller alias penjual, dan terkadang pula kecewa terhadap produk yang dari itu, di sini bakal menghadirkan beberapa contoh kritik dan saran untuk online shop terutama dari sisi reseller alias pemilik toko untuk online shop sejatinya disampaikan dengan cara yang bijak sekaligus disertai dengan saran yang membangun untuk kesuksesan langsung disimak saja, ya9 Contoh Kritik dan Saran untuk Online Shop1. Aplikasi atau Web Toko Online BeratNah, untuk kritik yang pertama ini Guru Penyemangat sering kali menemukannya di beberapa itu toko online berbasis produk jualan, jasa, hingga bisnis lainnya cukup banyak yang memiliki situs, aplikasi atau web yang cukup berat untuk padahal terkadang kita merasa butuh dan perlu dengan suatu produk, kan? Misalnya beli pulsa di aplikasi toko online karena kepepet kuota internet habis, tapi aplikasi tersebut lemotnya minta ampun. Kan kecewa rasanya kita!Saran untuk Online ShopSebaiknya pihak online shop maupun penyedia berusaha untuk meningkatkan kecepatan akses situs maupun aplikasi toko ingin melakukan pembaharuan, maka lakukanlah di luar jam kerja toko, di hari libur, atau di jam-jam para pelanggan sedang juga 6 Tahapan Promosi Jualan Online Melalui Media Sosial2. Informasi yang Ditampilkan di Olshop Tidak Real TimeSobat Guru Penyemangat pernah kan menemui sebuah produk dengan gambar yang tidak sama dengan deskripsinya?Bahkan, ada punya beberapa produk di toko online yang tetap dipajang dan berstatus “ready” namun ketika kita tanya lebih lanjut ternyata barangnya sudah tidak kecewa dong! Dampak negatifnya yaitu; si pelanggan yang datang tadi mungkin tidak berniat untuk kembali ke online shop tersebut di masa untuk Online ShopSebaiknya pihak agen maupun reseller toko online rutin memeriksa kondisi dan ketersediaan produk. Biar bagaimanapun, pelanggan yang datang ke marketplace itu karena mereka sedang Penjual Seakan-akan Memaksa Pembeli untuk Order BarangPernah mengalami kasus seperti nomor 3 ini?Guru Penyemangat pernah satu kali, loh. Waktu itu diriku tertarik untuk membeli produk pakaian yang dipromosikan via Facebook ditanya dan bercakap-cakap lebih lanjut, diriku merasa produk itu kurang cocok dan pamit kepada penjualnya seraya meminta entah mengapa reseller-nya mulai banyak chat dan seakan-akan mau memaksaku untuk membeli barang tersebut. Katanya; jika tidak dibeli nanti dia dikomplain oleh bos. HemmSaran untuk Online ShopTetap hormati dan layani konsumen. Belum tentu setiap calon konsumen yang datang mau langsung closing karena tidak semua produk yang kita lihat sesuai dengan yang kita Pelayanan Online Shop yang Kurang RamahAda banyak varian online shop, maka ada banyak pula karakter penjualnya. Ada penjual yang ramah, tapi ada pula penjual yang dingin dan bersikap seperti melepas kewajiban beberapa konsumen itu merasa butuh dilayani secara untuk Online ShopSebaiknya para reseller online shop lebih aktif dan lebih prima dalam melayani calon konsumen. Bisa dimulai dengan menanyakan kabar, keperluan, dan hal Lambatnya Laporan Pengiriman Produk Online ShopUntuk pengiriman barang, beberapa kali pernah pula dijumpai kasus reseller online shop yang lamban dalam melaporkan pengiriman seorang pelanggan, kita biasanya menebak berapa estimasi sebuah produk dari sejak dikirimkan hinggalah sampai ke untuk beberapa toko online terkadang tidak tersedia fitur laporan pengiriman otomatis seperti marketplace besar Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dllSaran untuk Toko OnlineJikalau belum tersedia fitur laporan pengiriman barang otomatis, setidaknya reseller segera melaporkan jadwal pengiriman produk disertai dengan bukti maupun nomor resi pengiriman/ Baca Strategi Jualan ala Nabi Muhammad SAW6. Barang yang Diorder Tidak Sesuai PesananPernahkah kalian membeli sebuah produk yang bagus dan cantik saat difoto, namun setelah barang itu sampai di rumah ternyata tidak sesuai ekspektasi. Bahkan, malah berbeda jauh dengan apa yang pernah, sih. Ada dua kali waktu itu. Memang, ya. Foto dan deskripsi produk terkadang mampu membius sekaligus menipu untuk Online ShopBerjualanlah dengan jujur dan deskripsikanlah barang jualan dengan kualitas yang sebenarnya. Pelanggan yang bijak pasti menyadari bahwa ada harga ada kualitas, tidak melulu soal Minimnya Pilihan Jasa Pengiriman ProdukSesekali ada pula konsumen online shop yang terkendala dalam membeli barang yang ia senangi. Ya, gara-gara ongkir yang mahal atau bisa pula karena minimnya ketersediaan jasa untuk Online ShopGunakanlah beberapa jasa kurir/pengiriman karena daerah tempat konsumen tinggal itu beragam. Ada yang di kota, dan ada pula yang di desa. Terkadang, di daerah tertentu ada pula calon pembeli yang di tempat tinggalnya cuma ada kantor Lambatnya Pihak Penjual Mengonfirmasi Ketersediaan ProdukEntah memang barang yang kita pesan sudah habis atau malah memang belum ada, kasus seperti ini beberapa kali pernah terjadi dan dialami berbagai yang menunggu-nunggu apakah barang ready atau tidak, bahkan sudah melakukan pemesanan, eh tapi ternyata ketika sudah bayar, stok barang malah kurang atau malah Guru Penyemangat, tahun lalu pernah membeli enam buah buku pelajaran berseri. Sudah dibayar keenam-enamnya, namun ketika dikirim stok barang seri 4 sudah mau tidak mau terpaksa diterima karena memang barangnya sudah dikirim. Padahal mauku kan pesan seri lengkap di satu tempat agar ongkir lebih untuk Online ShopPenting bagi para reseller untuk memastikan stok/ketersediaan barang maupun produk sebelum memastikannya kepada pelanggan. Jika tidak begitu, konsumen bakal kecewa dan enggan untuk datang Fitur Obrolan Otomatis Online Shop yang Tidak Disertai KonfirmasiKecanggihan dunia digital memang sangat membantu eksistensi marketplace dan toko online, namun sesekali fitur canggih tersebut malah membuat kita Fitur jawab otomatis yang tersedia di aplikasi toko online kadang tidak disertai oleh konfirmasi reseller secara akhirnya kita menunggu-nunggu, kan. Dan kecewanya, terkadang fitur jawab otomatis tersebut berkisah bahwa barang sedang tersedia, tapi beberapa jam kemudian dikonfirmasi bahwa barangnya sudah Padahal kita sudah menanti-nanti dan ingin segera beli lho!Saran untuk Online ShopKarena namanya toko online dan kegiatan berjualannya memanfaatkan media digital sebagai alas komunikasi utama, maka sudah sewajarnya bagi reseller untuk aktif dan gesit dalam melayani pelanggan menuntut pelayanan prima, kan?*Demikianlah ulasan Guru Penyemangat tentang kritik dan saran untuk online shop. Mudah-mudahan Photo by Unsplash Di perusahaan start-up, ketika pertumbuhan dikejar dalam waktu yang sesingkat mungkin, dalam kondisi ini contoh cara yang paling efektif untuk mengejarnya adalah dengan feedback. Dengan memberi dan menerima feedback, perbaikan secara terus-menerus bisa dilakukan lebih cepat. Namun demikian, feedback juga penting untuk pertumbuhan karyawan secara profesional bahkan juga personal. Feedback atau masukan, adalah pendapat yang diberikan oleh pengguna suatu produk, jika dalam lingkungan kerja bisa juga berupa hasil pekerjaan. Feedback bukan melulu juga berupa kritik atau saran perbaikan, feedback pun bisa berupa apresiasi. Pentingnya feedback untuk perusahaanJenis-jenis dan contoh feedback ApresiasiKritik EvaluasiCoaching Encouragement Pentingnya feedback untuk perusahaan Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses memberikan dan menerima feedback menjadi katalisator penting untuk menunjang pertumbuhan perusahaan. Dengan adanya feedback, para pekerja bisa melakukan perbaikan pada kinerjanya sehingga bisa mempercepat pertumbuhan perusahaan. Untuk mencapai hal ini, pemberian feedback bisa diberikan dalam frekuensi yang lebih sering dibanding hanya setahun sekali pada evaluasi kinerja tahunan. Memberikan feedback juga termasuk dalam budaya kerja yang baik. Hal ini karena dengan adanya budaya kerja yang satu ini, karyawan di perusahaan akan bertumbuh secara profesional. Feedback untuk perbaikan perusahaan bukan hanya datang dari dalam perusahaan, namun juga dari luar. Untuk feedback dari luar, bisa diperoleh dari pelanggan contohnya. Begitu pentingnya feedback dari pelanggan, tidak sedikit perusahaan yang memiliki sistem seperti rating hingga memberikan insentif, contohnya bonus poin, bagi pelanggan yang mau memberikan feedback. Baik feedback dari internal maupun eksternal, masing-masing memiliki peran penting untuk perusahaan. Sebuah studi, mengungkap akibat dari tidak adanya feedback di perusahaan, karyawan yang merasa diabaikan oleh manajernya akan merasa tidak terlibat. Akibatnya, turnover rate akan meningkat. Jenis-jenis dan contoh feedback Apresiasi Memberikan apresiasi berupa pujian bisa menjadi motivasi di lingkungan kerja. Selain itu, memberikan apresiasi juga akan membuat suasana kerja menjadi lebih positif. Jika selama ini feedback masih sering diartikan semata kritik maka hal itu tidak sepenuhnya benar. Karyawan senang merasa diapresiasi dan kemungkinan besar dengan cara ini mereka bisa semakin loyal pada perusahaan. Akibatnya, angka turnover juga bisa ditekan. Apresiasi bisa diberikan melalui pujian informal sampai dengan memberikan penghargaan berupa piagam, piala hingga keuntungan lain. Kapan waktu yang tepat untuk memberikan apresiasi? Ketika karyawan sudah mencapai hasil yang melebihi ekspektasiBerhasil menemukan solusi untuk permasalahan yang menghabiskan tenaga dan biayaMenunjukkan perbaikan kinerjaMenambah nilai positif ke dalam perusahaanMembantu koleganya untuk menyelesaikan masalah Tips penting ketika menyampaikan apresiasi Sampaikan apresiasi secara terbuka, mungkin dalam pertemuan tim mingguanSebutkan secara spesifik perilaku atau hasil yang diapresiasiSampaikan dengan tulusJangan mengulang memuji hal yang sama dan hanya pada satu orang yang sama ContohAdi menawarkan bantuan untuk rekan kerjanya. Lalu rekan kerjanya juga memberikan apresiasi atas bantuan dan insight-nya. Hubungan antar rekan kerja yang saling bersedia memberikan apresiasi penting untuk menjadi fondasi bagi tim yang kuat. Kritik Kritik merupakan salah satu contoh feedback yang paling akrab kita ketahui. Kritik yang disampaikan dengan baik bisa menjadi alat bahkan katalis untuk perbaikan. Namun sebaliknya, kritik juga bisa membuat karyawan merasa tidak dihargai kalau disampaikan dengan cara yang salah. Kapan kritik perlu disampaikan? Ketika ingin memperbaiki hasil atau kinerja disertai dengan memberikan nasihatMembuat langkah strategi di mana kita membutuhkan karyawan untuk mencapai targetDalam pertemuan yang terjadwal seperti evaluasi kinerja tahunan Tips menyampaikan kritik Kebalikan dari apresiasi yang mesti disampaikan terbuka, kritik sebaiknya disampaikan secara privatBisa dimulai dengan apresiasi atau menyampaikan tujuan bersamaSebisa mungkin sampaikan dalam kerangka kolaboratifFokus pada apa yang kita butuhkan dari karyawan atau rekan kerja ketika menyampaikan kritik ContohAdi melihat bahwa rekan kerjanya terus melakukan kesalahan ketika mengerjakan proyek penting. Ketika menyampaikan kekhawatirannya bahwa kesalahannya bisa mengakibatkan kerugian untuk perusahaan, ia menyampaikan secara privat. Bukan hanya itu, Adi juga memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan rekan kerjanya beserta dokumentasi yang diperlukan untuk menjadi referensi. Evaluasi Evaluasi merupakan contoh feedback yang biasanya disampaikan dalam pertemuan yang lebih formal. Dalam evaluasi beberapa hal yang disampaikan seperti target, pencapaian kinerja hingga terkait kontrak kerja. Kapan sebaiknya evaluasi dilakukan? Dalam evaluasi kinerja tahunanEvaluasi rutin selama masa probationSetelah momen penting seperti kehilangan klien atau mendapatkan klienKetika karyawan membutuhkan Untuk manajer, apa yang perlu diperhatikan ketika memberikan evaluasi? Berikan target yang jelas dan spesifikPantau terus usaha dan kemajuan yang adaKaryawan terlibat Contoh evaluasi kinerjaAdi terjadwal menghadiri evaluasi kinerja tahunan, dalam pertemuan ini Adi akan melakukan sesi 1-on-1 dengan manajernya untuk membahas beberapa KPI kerjanya. Dalam sesi ini, manajer Adi akan memberikan evaluasi kinerja, mulai dari kinerja yang sudah baik atau yang masih perlu diperbaiki. Coaching Contoh feedback yang satu ini lebih hands-on, atau manajer bukan hanya menyampaikan kritik namun juga terlibat langsung untuk mengajari. Oleh karena itu, model yang satu ini lebih cocok dilakukan terutama ketika karyawan masih ada di tahap training. Contoh coachingAni baru masuk sebagai tenaga sales baru sehingga belum terbiasa dengan proses bisnis dan perangkat kerja yang digunakan. Untuk membantunya, Ari memberikan proses ini, Ari memperkenalkan Ani pada proses bisnis dan perangkat kerja yang digunakan. Ari juga memberikan tips yang bisa dipraktikkan ketika bekerja. Encouragement Dalam sesi yang satu ini, tujuan utamanya adalah menginspirasi karyawan. Dengan adanya sesi ini, harapannya tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan ramah untuk pekerja. Sesi memberi semangat ini bisa dilakukan baik formal maupun informal. Tips penting Gunakan bahasa yang positif untuk menunjukkan apresiasiBisa dilakukan di depan anggota tim yang lain sehingga lebih banyak yang terinspirasiBerikan tanggung jawab lebih ketika dirasa karyawan sudah siapBerikan sentuhan personal yang tulus Bagi manajer memberikan feedback kepada karyawan juga bisa menjadi cara untuk mengenal tim lebih jauh. Hal ini tentu juga penting untuk keharmonisan ritme kerja dalam tim. Gabung dengan Komunitas untuk Perusahaan! Dapatkan newsletter gratis kami untuk terus terupadate tentang tren industri dan insight HR di Indonesia dan Asia Tenggara lewat email! Mengkritik perusahaan saat melamar kerja, apakah boleh? Untuk menunjukkan bahwa dirimu benar-benar niat bekerja di sana dan kompeten, kamu menuliskan kritik untuk perusahaan di dalam surat lamaran. Atau saat wawancara, kamu blak-blakan menyampaikan beberapa kekurangan perusahaan. Tindakan tersebut akan memberikan poin plus pada kamu dibandingkan pelamar yang lain, bukan? Jawabannya, kemungkinan besar tidak. Umumnya, tindakan seperti di atas tidak memberikan keuntungan pada si pelamar. Memberikan masukan dan kritikan membangun pada perusahaan yang dilamar sebenarnya bisa saja dilakukan, asalkan…. 1. Tidak disampaikan dalam surat lamaran Pada dasarnya surat lamaran kerja merupakan pengantar, untuk memperkenalkan dirimu pada perusahaan yang dilamar. Sophia Amoruso, pengusaha muda sukses berkebangsaan Amerika Serikat yang juga penulis buku Girlboss, menyebutkan dalam bukunya bahwa BIG NO menulis lamaran kerja yang menyertakan kritik. Sebab, jelasnya, perusahaan tidak meminta si pelamar untuk memberikan masukan atau kritik. Hal ini terkait erat dengan masalah etika. Walau mungkin niat si pelamar benar, tapi ia menyampaikannya di momen yang salah, yakni pada surat lamaran. Padahal Sophia sendiri seorang yang masih muda, modern, dan dinamis. Ia menjalankan perusahaan startup yang jauh dari kesan formal. 2. Diberikan saat perusahaan meminta Kritik dan masukan paling tepat diberikan ketika perusahaan tempat kamu melamar kerja memintanya. Bisa jadi mereka memintanya secara spontan dalam sesi wawancara. Pertanyaanya bisa eksplisit bisa juga tersirat. Contohnya "Menurut kamu, apa kekurangan program X yang kami miliki?" "Apa yang perlu diubah atau ditingkatkan di perusahaan ini?" "Jika kamu bergabung, perubahan apa yang akan kamu lakukan pada kampanye proyek ini?" "Menurut pendapat kamu, kampanye perusahaan kami yang ini bagus tidak?" Atau bisa juga dalam tahap tertentu, perusahaan meminta kandidat pekerja untuk merumuskan masukan dan kritik untuk perusahaan. Bisa dalam bentuk tulisan, presentasikan saat wawancara/tes, atau kamu diminta mengulas plus-minus suatu program yang telah dijalankan perusahaan. 3. Tone positif Walaupun diminta memberikan kritik, sudut pandangnya adalah memberikan solusi atau menawarkan perbaikan. Sebagai pelamar, sampaikan apa yang bisa kamu lakukan. Berikan pula ide segar. Jika ada hal yang sudah baik dari perusahaan atau hal yang bisa ditingkatkan, sebutkan juga. 4. Jangan ngasal Kritik dan masukan yang kamu berikan harus berdasarkan fakta, data, pengetahuan atau pengalamanmu. Jangan asal mengkritik aja. Misalnya, menurut kamu program A kurang efektif lantaran promosinya hanya di Instagram. Padahal, berdasarkan data, target pembeli banyak pula yang mengakses Youtube, Tiktok, dan Twitter. Atau, kamu memiliki ide promosi yang out of the box, yang berbeda dari yang pernah ada. Kamu bisa membagikan ide tersebut. Jangan cuma berpendapat program A jelek, program B nggak efektif, tanpa argumen pendukung. 5. Perhatikan penggunaan bahasa Terkait dengan poin 3 dan 4, kritik dan masukan kamu akan lebih mengena jika disampaikan dengan bahasa yang tepat. Maksudnya, tetap profesional, nggak berlebihan, dan jelas. Misalnya, dibandingkan kamu mengatakan bahwa, Proyek A nggak bagus atau norak, lebih baik kamu menjabarkan poin-poin kekurangan proyek A. Akan lebih jelas dan meyakinkan. Hindari memakai penekanan atau kata yang tidak perlu. Misalnya, “Apabila menggunakan aplikasi X, maka asilnya, amat sangat lebih keren sekali.” Lebay, ehehehehe. *** Secanggih apapun masukan dan kritik yang kamu miliki, sampaikan dengan rendah hati ya. Yup, humble, rendah hati, tapi bukan rendah diri. Katakan dengan percaya diri, namun terbukalah untuk masukan dan diskusi. Semoga berhasil! Sumber gambar Image by Gerd Altmann from Pixabay Terkadang, nama baik suatu perusahaan tercemar karena beberapa faktor, seperti kondisi produk yang mengalami kerusakan, pelayanan yang kurang baik, dan sejenisnya. Hal ini bisa memengaruhi pandangan customer terhadap kinerja terjadi hal-hal yang membuat nama baik perusahaan tercemar, kamu harus melakukan langkah sederhana di bawah ini, yaitu 5 cara memperbaiki reputasi buruk perusahaan yang tepat. Mengklarifikasi kesalahan Jika memang melakukan kesalahan, sebaiknya mengakuinya dengan cara yang baik dan sopan. Daripada membuat pembelaan yang berujung kebohongan padahal benar-benar melakukan kesalahan, lebih baik mengakui kesalahan tersebut, meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Menerima kritik dan saran Kritik dan saran dibutuhkan agar kesalahan dapat diperbaiki dengan cara-cara yang lebih baik. Jadi, tidak hanya menggunakan hasil pemikiranmu yang mungkin terbatas. Juga, mendengar masukan dari orang lain akan memberi lebih banyak solusi dan peluang dapat menerima kritik dan saran dari customer, pegawai atau karyawan, keluarga, teman, maupun orang yang lebih ahli. Saring kritikan dan tentukan langkah yang tepat untuk memperbaikinya. Memperbaiki produk atau pelayanan Cara memperbaiki reputasi buruk perusahaan yang paling tepat adalah dengan memperbaiki produk atau pelayanan yang menjadi sebab akibat. Entah harga produk, mutu produk, kualitas pelayanan, lakukan perbaikan yang inovatif. Setelah mendengarkan kritik dan saran, serta menyaringnya, hasil tersebut bisa diterapkan untuk memperbaiki reputasi buruk itu. Membangun hubungan baik dengan customer Biasanya reputasi buruk perusahaan berpengaruh pada hubungan perusahaan dengan customer. Mungkin saja ada customer yang tidak ingin berlangganan lagi di perusahaanmu atau mengurangi jumlah pembelian. Oleh karena itu tetaplah berkomunikasi dengan customer agar bisa membangun kepercayaan satu sama membutuhkan jaminan dari perusahaan apabila reputasi akan lekas diperbaiki dan tetap memberikan produk dan pelayanan terbaik untuk semua customer. Tetap percaya diri Meski nama baik perusahaan tercemar, tetaplah percaya diri bahwa kamu bisa mengatasi ini dan memperbaikinya menjadi lebih baik. Rasa percaya diri ini penting untuk melatih mental karena akan ada banyak kritikan yang tidak mengenakkan hati. Maka, ambillah sisi positifnya untuk membangun perusahaan dan meningkatkan kualitas produk. Kamu tidak harus melakukan langkah-langkah di atas sendirian. Bangun teamwork yang kuat dan latih mental agar tidak terpengaruh oleh kritikan buruk yang tidak membangun, begitu cara memperbaiki reputasi buruk perusahaan yang benar.

kritik dan saran untuk perusahaan