khotbah tentang melayani tuhan

SaatTuhan melihat hati kita yang sungguh-sungguh terhadap-Nya, Dia pun akan mengurapi kita dengan urapan untuk berkuasa, sehingga kita bisa bangkit menjadi pahlawan Allah yang melakukan perkara-perkara besar bagi-Nya. (MV.L) RENUNGAN. Melayani Tuhan adalah KEHORMATAN BESAR; bangkit menjadi PAHLAWAN ALLAH, maka Dia akan MEMPERCAYAKAN urapan 1 Allah-lah yang mengutus Paulus untuk mengabarkan Injil, dia hanyalah hamba yang mau untuk setia diutus oleh Tuhan Yesus. Pengutusannya untuk mengabarkan Injil adalah kasih karunia Tuhan, sehingga Paulus tidak tawar hati, dia tidak patah semangat menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapinya, sebab yang mengutusnya adalah Tuhan. 2. 5Sikap Pelayan Tuhan. Ada 5 perkara yang akan kita pelajari sebagai sikap yang harus dimiliki oleh setiap pelayan Tuhan. a. Memiliki sikap mengasihi ( Ayat 9-10) Mengasihi adalah syarat utama dalam melayani pekerjaan Tuhan. Setiap orang bisa melayani. Pasanganyang sudah tua ini memiliki reputasi yang tak bercacat, serta melayani Tuhan dengan setia dan taat selama bertahun-tahun (ayat 6). Mereka telah berdoa untuk memiliki anak, tetapi tidak memperolehnya. Walaupun demikian mereka tidak pahit hati, melainkan terus melayani Tuhan dan taat kepada-Nya. KELUARGAYANG BERIBADAH KEPADA TUHAN. Ibadah kepada Tuhan yang dimaksudkan adalah:" melayani,berbakti dan mengabdi kepada Tuhan". Ibadah dalam konsep Perjanjian Lama maupun Baru mempunyai arti "pelayanan". Kata Ibrani untuk ibadah adalah " Avoda", sedangkan kata Yunani yang dipakai adalah " Latreia". Kata " Avoda " dan "Latreia" pada mulanya Forster Co Ax Single Stage Press. Shalom sobatku yang setia, berjumpa lagi kita pada kesempatan ini untuk belajar bersama dari bahan khotbah Kristen tentang “Melayani Dengan Sepenuh Hati”. Melayani merupakan tanggung jawab dari setiap orang percaya. Melayani juga sebagai bukti kedewasaan rohani seseorang yang mau dipakai oleh Tuhan menjadi alat kemulian-Nya. Karena melayani merupakan sebuah tanggung jawab maka melakukannya pun harus dengan sepenuh organisasi gereja masing-masing pasti sudah ada aturan-aturan atau kriteria-kriteria seseorang untu terlibat dalam pelayanan. Namun, saya tidak membawa kita pada aturan gereja tersebut karena itu sudah dibuat sesuai kebutuhan geraja masing-masing. Dalam bagian khotbah ini kita akan membahas larangan-larangan yang diberi tahu Alkitab,agar tidak dilakukan saat kita melayani. Baca Juga Menjadi Pelayan Kristus Yang BaikMELAYANI DENGAN SEPENUH HATI1 Petrus 52-3Melayani memiliki makna memelihara, mengasuh, mendidik,menjaga, memebri petunjuk, ada juga melayani. Diimplentasikan dalam pelayanan digereja berarti tugas memelihara iman jemaat, mengasuh dan memberi petunjuk dengan sepenuh hati, mendidik dan menjaga serta lebih dalam dari itu hingga memberi makan jemaat, ini bisa diharafiah kan benar-benar memberi makan atau makanan rohani yang dapat membatu pertumbuhan iman jemaat. Untuk itu diperlukan motivasi yang benar dalam melayani, bagaimana agar kita dapat melayani dengan sepenuh hati?I. Jangan Dengan Paksaan 2aMengapa dalam 1 petrus 52 ini dikatakan jangan dengan paksaan? Apakah ada orang yang melayani dengan terpaksa? Maksudnya ialah sebagai peringatan bagi kita agar tidak mendasari keputusan kita untuk melayani dengan unsur paksaan, melainkan sebaliknya dengan sukarela, sukahati dan sukacita sesuai kehendak Allah, agar kita mampu nenikmati setiap pelayanan yang kita lakukan unuk Jangan Karena Laba Yang Keji 2bProses dari Tuhan itu membuat kita yakin akan panggilan yaitu untuk “mengembalakan domba-Ku”seperti kata fireman Tuhan ini. Dan panggilan itu bukan menunjikan bahwa kita lebih hebat dibandingkan yang lain, tetapi agar kita yakin akan kuasa penyertaan Tuhan yang lebih besar dalam kehidupan kita. Mulailah menghargai berkat-berkat Tuhan dan mengunakan karuania yang ada pada kita untuk melayani Tuhan dengan motivasi yang benar tanpa mencari keuntunganIII. Harus Mampu Menjadi Teladan 3Karakter itu sangat penting dalam sebuah pelayanan, tanpa karakter yang baik apa yang dapat orang terima dari kita. Oleh karena itu setiap kita yang mengambil bagian dalam tugas melayani diwajibkan mampu menjadi teladan yang baik bagi semua orang, karena dari hal itulah kita dapat mempermuliakan Allah dalam kehidupan kita. Jangan seperti merasa lebih tinggi karena dipercayakan untuk melayani tetapi ambilah sikap rendah hati agar kita dapat menjadi teladan bagi kawanan domba dalam pelayanan bukanlah hal yang gampang, oleh karana itu tidak semua orang dapat melakukannya. Tetapi sebagai seorang yang telah menerima anugerah keselamatan kita harus terlibat dalam pelayanan. Carilah bentuk pelayanan yang sesuai dengan karunia masing-masing untuk membangun tubuh Kristus dan yang paling penting lakukanlah tugas melayani itu dengang sepenuh Renungan Harian 1 Korintus 3 6-15 Upah Melayani Tuhan Renungan Harian 1 Korintus 3 6-15. Bagaiana Allah menyebut kita? Apa janji Tuhan bagi orang-orang yang bekerja bagiNya? ay 8-9 Pekerjaan seperti apakah yang akan tahan uji? ay. 10-15 Upah Melayani Tuhan Keselamatan kita terima dengan iman secara gratis Efesus 28, namun upah akan kita terima ketika kita bekerja bagi-Nya. Meskipun demikian, yang mendorong atau memotivasi kita melayani Tuhan bukanlah upah, melainkan karena kita mengasihi Tuhan 1 Korintus 29. Apa yang Alkitab katakan tetang upah? Pertama, upah yang kekal ay 13-14. Kebanyakan upah itu akan diterima di surga, bukan di dunia. Upah tsb akan diterima oleh umat Tuhan setelah kematian, bukan ssebelumnya, yaitu nanti pada saat hari Tuhan dinyatakan. Pekerjaan seseorang akan diuji oleh api pada hari Tuhan. Namun, saat di bumi pun kita masih bisa menerima upah. Di dunia kita dapat melihat begitu banyak “penghargaan dan tanda jasa” yang diberikan kepada orang-orang yang hebat, berjasa dan yang telah melakukan “tugas dan pekerjaannya” dengan sebaik-baiknya. Ke dua, upah karena kualitas ay 13-15. Manusai seringkali lebih terkesan dengan apa yang nampak di luar, tetapi Tuhan lebih tertarik dengan motivasi, kemurnian, kebenaran sejati dibalik setiap pekerjaan dan pelayanan yang di lakukan kepada-Nya. Kualitas setiap pekerjaan akan diuji Tuhan. Ketika Tuhan memberi upah pada para pelayan, Ia melakukan berdasarkan kualitas, artinya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menerima upahnya. Bapa melihat semua yang kita kerjakan dan lakukan kepada-Nya dan Ia memberikan upahnya kepada umat-Nya dan hamba-hamba-Nya. Mari kita terus melayani Tuhan dengan setia. Periksalah, apakah Anda cenderung mengharapkan upah’ dari manusia? Bagaimana kebenaran hari ini berbicara kepada Anda? Apa yang harus Anda ubah? Praktekkan segera?

khotbah tentang melayani tuhan